Sosiolinguistik terapan adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari penerapan atau penggunaan bahasa dalam komunikasi sosial. Penerapan atau penggunaan bahasa dalam komunikasi sosial ini harus selalu memperhatikan faktor-faktor situasi, maksud pembicaraan, dan status lawan tutur. Penerapan atau penggunaan bahasa semacam itu selanjutnya lebih dikenal dengan istilah “pragmatik”.
1. Pengertian
Sosiolinguistik
Sosiolinguistik bersasal dari kata “sosio” dan
“ linguistic”. Sosio sama dengan kata sosial yaitu berhubungan
dengan masyarakat. Linguistik adalah ilmu yang mempelajari dan
membicarakan bahasa khususnya unsur- unsur bahasa dan antara unsur-
unsur itu. Jadi, sosiolinguistik adalah kajian yang menyusun teori-
teori tentang hubungan masyarakat dengan bahasa. Berdasarkan pengertian
sebelumnya, sosiolinguistik juga mempelajari dan membahas aspek –aspek
kemasyarakatan bahasa khususnya perbedaan- perbedaan
yang terdapat dalam bahasa yang berkaitan dengan faktor- faktor
kemasyarakatan
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat
disimpulkan bahwa sosiolinguistik tidak hanya mempelajari
tentang bahasa tetapi juga mempelajari tentang
aspek- aspek bahasa yang digunakan oleh masyarakat.
Sosiolinguistik merupakan ilmu antardisiplin antara
sosiologi dengan linguistik, dua bidang ilmu empiris
yang mempunyai kaitan erat. Sosiologi merupakan kajian yang
objektif dan ilmiah mengenai manusia di dalam masyarakat,
lembaga- lembaga, dan proses sosial yang ada di dalam masyarakat.
Sosiologi berusaha mengetahui bagaimana
masyarakat iu terjadi, berlangsung, dan tetap ada. Dengan mempelajari lembaga-
lembaga, proses social dan segala masalah social di dalam masyarakat, akan
diketahui cara- cara manusia menyesuaikan diri dengan
lingkungannya, bagaimana mereka bersosialisasi, dan menempatkan
diri dalam tempatnya masing- masing di dalam masyarakat. Sedangkan
linguistik adalah bidang ilmu yang mempelajari tentang bahasa, atailmu
yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya. Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa sosiolinguistik adalah bidang
ilmu antardisipliner yang mempelajari bahasa dalam kaitannya
dengan penggunaan bahasa itu dalam masyarakat
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa
sosiolinguistik adalah antardisipliner yang
mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan bahasa
yang digunakan dalam lingkungan tersebut.
Selain sosiolinguistik ada juga digunakan istilah
sosiologi bahasa. Banyak yang menganggap kedua istilah itu
sama, tetapi ada pula yang menganggapnya berbeda. Ada
yang mengatakan digunakannya istilah sosiolinguistik karena
penelitiannya dimasukii dari bidang linguistik, sedangkan sosiologi
bahasa digunakan kalau penelitian itu dimasuki dari bidang sosiologi.
Sosiolinguistik memandang bahasa pertama-tama
sebagai sistem sosial dan sistekomunikasi serta bagian dari masyarakat
dan kebudayaan tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan pemakaian
bahasa adalah bentuk interaksi sosial yang terjadi dalam situasi konkrit. Berdasarkan beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sosiolinguistik berarti mempelajari tentang bahasa yang digunakan dalam daerah tertentu atau dialek tertentu.
Ditinjau dari nama, sosiolingustik menyangkut sosiologi
dan linguistik, karena itu sosiolinguistik mempunyai kaitan yang sangat erat dengan
kedua kajian tersebut. Sosio adalah masyarakat, dan linguistik adalah kajian
bahasa. Jadi kajiannsosiolinguistik adalah kajian tentang bahasa
yang dikaitkan dengan kondisi kemasyarakatan
Berdasarkan beberapa uraian diatas dapat disimpulkan
bahwa sosiolinguistik berarti ilmu yang mempelajari tentang bahasa yang
dikaitkan dengan kondisi masyarakat tertentu.
Sosiolinguistik cenderung memfokuskan diri pada kelompok sosial serta
variabel linguistik yang digunakan dalam kelompok itu sambil
berusaha mengkorelasikan variabel tersebut dengan unit- unit demografik
tradisional pada ilmu-ilmu sosial, yaitu umur, jenis kelamin, kelas
sosio-ekonomi, pengelompokan regioanal, status dan lain- lain.
Bahkan pada
akhir-akhir ini juga diusahakan korelasi antara bentuk-bentuk
linguistik dan fungsi- fungsi sosial mengungkapkan
sosiolinguistik adalah bagian dari linguistik yang berkaitan dengan bahasa
sebagai gejala sosial dan gejala kebudayaan.Bahasa bukan hanya
dianggap sebagai gejala sosial melainkan juga gejala
kebudayaan.Implikasinya adalah bahasa dikaitkan dengan kebudayaan
masih menjadi cakupan sosiolinguistik, dan ini dapat dimengerti karena
setiap masyarakat pasti memiliki kebudayaan tertentu.
Sebagai anggota masyarakat sosiolinguistik terikat oleh
nilai-nilai budaya masyarakat, termasuk nilai-nilai ketika dia
menggunakan bahasa. Nilai selalu terkait dengan apa yang baik dan apa yang
tidak baik, dan ini diwujudkan dalam kaidah-kaidah yang sebagian
besar tidak tertulis tapi dipatuhi oleh warga masyarakat. Apa pun warna
batasan itu, sosiolinguistik itu meliputi tiga hal, yakni
bahasa, masyarakat, dan hubungan antara bahasadan
masyarakat.
Berdasarkan batasan-batasan tentang sosiolinguistik
di atas dapat disimpulkan bahwa sosiolinguistik itu meliputi tiga hal, yakni
bahasa, masyarakat,
dan hubungan antara bahasa dengan masyarakat.
Sosiolinguistik membahas atau mengkaji bahasa sehubungan dengan penutur ,bahasa
sebagai anggota asyarakat.
Bagaimana bahasa itu digunakan untuk berkomunikasi antara
anggota masyarakat yang satu dengan yang lainnya untuk
saling bertukar pendapat da berinteraksi antara
individu satu dengan lainnya
2 .
ragam bahasa dan kelas social
Di dalam Linguistik, bahasa tidak hanya dipahami sebagai
tanda saja tetapi juga dipandang sebagai sistem sosial, sistem komunikasi, dan
sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat tertentu. Oleh karena itu,
dalam penelitian yang
berdasarkan
ancangan sosiolinguistik akan memperhitungkan bagaimanapemakaiannya di dalam masyarakat
yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial.Wujud variasi bahasa dibagi menjadi idiolek,
dialek, tingkat tutur (speech levels), ragam bahasa dan register.
Penjelasan kelima variasi bahasa tersebut dapat dijelaskan seperti berikut :
a.
Idiolek
merupakan variasi bahasa yang sifatnya individual, maksudnya sifat
khas tuturan seseorang berbeda dengan tuturan orang lain.
Contoh : bahasa yang dapat dilihat melalui warna suara.
b.
Dialek
merupakan variasi bahasa yang dibedakan oleh perbedaan asal penutur
dan perbedaan kelas sosial penutur, oleh
karena itu, muncul konsep dialek
geografis dan dialek sosial (sosiolek)
Contoh :enyong berarti saya
yang digunakan di daerah tertentu yaitu daerah banyumasan.
- Tingkat tutur (speech levels) merupakan variasi bahasa yang disebabkan oleh adanya perbedaan anggapan penutur tentang relasinya dengan mitra tutur. Contoh : kita memberikan sesuatu pada orang yang lebih tua menggunakan bahasa yang berbeda dengan kita memberikan kepada teman yang sebaya.
- Ragam bahasa merupakan variasi bahasa yang disebabkan oleh adanya perbedaan dari sudut penutur, tempat, pokok turunan dan situasi. Dalam kaitan dengan itu akhirnya dikenal adanya ragam bahasa resmi (formal) dan ragam; bahasa tidak resmi (santai, akrab) Contoh : formal “ingkang kula urmati” biasanya terdapat pada pembukaan pidato Santai atau akrab :“nuwun yo” mengucapkan terimakasih pada teman sebaya yang sudah akrab.
Register merupakan variasi bahasa yang disebabkan oleh
adanya sifat-sifat khas keperluan pemakainya, misalnya bahasa
tulis terdapat bahasa iklan, bahasa tunjuk, bahasa artikel,
dan sebagainya, dalam bahasa lisan terdapat bahasa lawak, bahasa
politik, bahasa doa, bahasa pialang dan sebagainya. Contoh :“ijuk”
adalah tambang yang dipasang di dinding goa yang digunakan untuk menyebrang
Macam-Macam Variasi/Ragam Bahasa
1.Berdasarkan pengguna nya
a Bahasa dan Pendidikan
Variasi sosial pengguna bahasa dapat ditinjau dari status sosial dan pendidikan merupakan salah satu bentuk dari status sosial yang keberadaannya terlihat jelas di masyarakat.Perbedaan variasi bahasa berdasarkan pendidikan bukan hanya dapat terlihat pada isi pembicaraan melainkan juga kosakata, pelafalan, morfologi, dan sintaksisnya.Ada dua ragam bahasa penutur yaitu kode terperinci dan kode terbatas. Kode terperinci biasa digunakan dalam situasi formal atau dalam situasi akademik. Ciri-cirinya mengacu pada ragam bahasa yang tinggi dan bermutu, seperti banyak menggunakan kata “saya” dalam berbahasa, menggunakan bahasa asing dengan baik, atau penggunaan bahasa yang tersusun dengan rapi secara gramatikal. Kode terbatas lebih cenderung pada situasi nonformal. Kode ini umumnya terikat pada konteks.
1.Berdasarkan pengguna nya
a Bahasa dan Pendidikan
Variasi sosial pengguna bahasa dapat ditinjau dari status sosial dan pendidikan merupakan salah satu bentuk dari status sosial yang keberadaannya terlihat jelas di masyarakat.Perbedaan variasi bahasa berdasarkan pendidikan bukan hanya dapat terlihat pada isi pembicaraan melainkan juga kosakata, pelafalan, morfologi, dan sintaksisnya.Ada dua ragam bahasa penutur yaitu kode terperinci dan kode terbatas. Kode terperinci biasa digunakan dalam situasi formal atau dalam situasi akademik. Ciri-cirinya mengacu pada ragam bahasa yang tinggi dan bermutu, seperti banyak menggunakan kata “saya” dalam berbahasa, menggunakan bahasa asing dengan baik, atau penggunaan bahasa yang tersusun dengan rapi secara gramatikal. Kode terbatas lebih cenderung pada situasi nonformal. Kode ini umumnya terikat pada konteks.
Sebagai
contoh variasi sosial bahasa berdasarkan pendidikan, berikut dilampirkan status
pada beberapa akun sosial media facebook yang sudah dikategorikan
berdasarkan umur yang sama dan tingkat pendidikan yang ditempuh berbeda.Terlihat perbedaan penggunaan kata-kata untuk setiap jenjang pendidikan
yang ditempuh.
Kelompok umur 29 tahun, ketiga objek kajian berlatarbelakang tingkat pendidikan
yang sama namun berbeda jurusan. Status yang tercantum terlihat bahwa ketiganya
menggunakan kode terperinci karena dapat memilih kata dengan baik, pola kalimat
yang tersusun dengan rapi.
Kelompok umur 23 tahun, terlihat perbedaan latar belakang pendidikan yang berbeda dan hal itu sejalan dalam penggunaan kata pada status untuk ketiga objek kajian.
Kelompok umur 23 tahun, terlihat perbedaan latar belakang pendidikan yang berbeda dan hal itu sejalan dalam penggunaan kata pada status untuk ketiga objek kajian.
- Kelompok umur 24 tahun, secara umum sama dengan kelompok umur lain yang objeknya telah menempuh pendidikan tinggi penulisan status menggunakan kode terperinci. Bila dilihat berdasarkan isi status tersebut maka pembaca juga dapat menebak latar belakang pendidikan si penulis.
Berdasarkan analisis
status akun media sosial tersebut dapat disimpulkan bahwa latar belakang
pendidikan cukup berpengaruh dalam pemilihan kata ketika berkomunikasi walaupun
bukan merupakan satu-satunya faktor yang mempengaruhi. Faktor lain yang dapat
mempengaruhi misalnya psikologi, pekerjaan, dan lain-lain.
b.Bahasa dan Pekerjaan
b.Bahasa dan Pekerjaan
Variasi bahasa
berdasarkan profesi, pekerjaan, atau tugas para penutur Variasi bahasa
berdasarkan profesi adalah variasi bahasa yang terkait dengan jenis profesi,
pekerjaan dan tugas para penguna bahasa tersebut. Tiap-tiap pekerjaan memiliki
registernya masing-masing. Wardhaugh mendeskripsikan register sebagai suatu set
‘language items’ yang berhubungan secara khusus dengan kelompok sosial
atau kelompok pekerjaan (occupational) tertentu. Dokter, pilot, manager
bank, pedagang, sopir angkot, musisi,atau bahkan mereka yang bekerja dalam
dunia prostitusi memiliki register masing-masing. Sebagaimana yang diungkapkan
oleh Ferguson ‘Orang-orang yang berkutat dalam situasi komunikasi yang terus
berulang cenderung mengembangkan kosakata, intonasi, dan kepingan karakteristik
sintaksis dan fonologi yang serupa yang mereka gunakan dalam situasi-situasi
tersebut’. Variasi jenis inilah yang disebut register. Ferguson menambahkan
bahwa ‘istilah-istilah khusus untuk objek-objek atau kejadian-kejadian tertentu
yang berulang ini tampaknya membantu komunikasi agar semakin ‘cepat’. Di bawah
ini diberikan contoh variasi bahasa yang berkenaan dengan pekerjaan. Contoh
variasi bahasa yang digunakan dalam bidang kedokteran misalnya: “Ensefalitis
dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti meningitis, atau
komplikasi dari penyakit lain seperti rabies (disebabkan oleh virus)
atau sifilis (disebabkan oleh bakteri).
Penyakit parasit dan protozoa seperti toksoplasmosis, malaria,
atau primary amoebic meningoencephalitis, juga dapat menyebabkan
ensefalitis pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya kurang.
Contoh variasi bahasa dalam bidang hukum misalnya: “Arraignment adalah istilah common law untuk pembacaan resmi criminal complaint di hadapan defendant, untuk memberi tahu tuduhan terhadapnya. Sebagai jawaban, ia diharapkan untuk menyatakan pengakuan, misalnya "bersalah", "tidak bersalah", peremptory plea, nolo contendere, atau Alford plea. Di Inggris, arraignment adalah 11 tahap pertama dalam pengadilan, dan melibatkan seorang clerk of the court membacakan tuduhan.”
Register yang digunakan seseorang bisa merefleksikan latar belakang orang tersebut. Tentu saja, seseorang bisa mengontrol variasi register yang ia gunakan; seseorang mungkin saja memiliki lebih dari satu profesi. Tiap register akan membantu mengungkapkan siapa diri seseorang pada waktu dan tempat tertentu. Register ini juga bisa digunakan untuk mengukur apakah seseorang ‘lebih baik’ atau ‘lebih buruk’ daripada orang lain yang seprofesi dengannya.
Contoh variasi bahasa dalam bidang hukum misalnya: “Arraignment adalah istilah common law untuk pembacaan resmi criminal complaint di hadapan defendant, untuk memberi tahu tuduhan terhadapnya. Sebagai jawaban, ia diharapkan untuk menyatakan pengakuan, misalnya "bersalah", "tidak bersalah", peremptory plea, nolo contendere, atau Alford plea. Di Inggris, arraignment adalah 11 tahap pertama dalam pengadilan, dan melibatkan seorang clerk of the court membacakan tuduhan.”
Register yang digunakan seseorang bisa merefleksikan latar belakang orang tersebut. Tentu saja, seseorang bisa mengontrol variasi register yang ia gunakan; seseorang mungkin saja memiliki lebih dari satu profesi. Tiap register akan membantu mengungkapkan siapa diri seseorang pada waktu dan tempat tertentu. Register ini juga bisa digunakan untuk mengukur apakah seseorang ‘lebih baik’ atau ‘lebih buruk’ daripada orang lain yang seprofesi dengannya.
c.
Bahasa dan Agama
Topik
‘bahasa dan agama’ relatifbaru dalam sosiolinguistik. Perkembangan sistematis
dari ‘bahasa dan agama’ sebagai suatu bidang dalam sosiolinguistik bahkan baru
dimulai sekitar satu dekade lalu. Sejarah masuknya agama sebagai salah satu
faktor penting dalam variasi bahasa dimulai Haugen dan Fishman, William Stewart
dan Charles Ferguson antara tahun 60-80an dimana hasil penelitian mereka
membeberkan hubungan antara agama dan bahasa.
Salah satu karya yang menjadi kerangka hubungan bahasa dan agama adalah Concise
encyclopedia of language and religion (2001 dalamDarquennes
danVandenbussche, 2011) yang diedit oleh Swayer dan Simpson.
·
Bahasa dalam konteks agama tertentu
·
Tulisan dan terjemahan yang disakralkan
·
Bahasa dan naskah religius
·
Penggunaan bahasa-bahasa khusus
·
Keyakinan tentang bahasa
·
Agama dan penelitian bahasa
Kerangka kerja yang lain yang berkenaan
dengan hubungan antara bahasa dan agama adalah yang dikembangkan oleh Spolsky
(2006 dalam Darquennes danVandenbussche, 2011) yang
terdiri dari dimensi-dimensi berikut:
1. Efek agama terhadap bahasa:
2. Mutualitas bahasa dan agama
3. Efek bahasa terhadap agama
4. Bahasa, agama dan literasi (daya baca) Bahasa dan Pranata
Sosial
Selanjutnya variasi sosial pengguna bahasa pada penuturnya
dapat dilihat berdasarkan pranata sosial. Pranata sosial merupakan sistem norma
dalam masyarakat yang bersifat resmi untuk mengatur tingkah laku guna memenuhi
kebutuhan hidup.
2). Berdasarkan penggunaan nya
a. Register
Konsep-
konsep mengenai register yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan
skripsi diterangkan dibawah ini, pertama adalah pengertian register
dan yang kedua adalah bentuk register. Register merupakan ragam
bahasa yang dipergunakan untuk maksud tertentu, sebahagai kebalikan dari
dialek sosial atau regional (yang bervariasi karena penuturnya) register ini
dapat dibatasi menjadi lebih sempit dengan acuan pada pokok ujaran,
pada media atau pada tingkat keformalan
Register menurut merupakan konsep semantik yang dapat didefinisikan
sebagai suatu susunan makna yang dihubungkan secara khusus
dengan susunan tertentu dari medan, pelibat, dan sarana.Susunan
makna register termasuk juga ungkapan dari ciri leksiko
gramatis dan fonologis yang secara khusus menyertai atau menyatakan
makna- makna.
Register merupakan ragam bahasa
berdasarkan pemakaianya, yaitu bahasa yang digunakan tergantung
pada apa yang sedang dikerjakan dan sifat
kegiatannya. Register mencerminkan aspek lain dari tingkat sosial,
yaitu proses sosial yang merupakan proses macam- macam
kegiatan sosial yang biasanya melibatkan orang. Register merupakan
bentuk makna khususnya dihubungkan dengan konteks sosial tertentu,
yang di dalamnya banyak kegiatan dan sedikit percakapan, yang
kadang- kadang sering disebut dengan bahasa tindakan.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa sosiolinguistik menjelaskan
konsep register
secara
lebih sempit, yakni mengacu pada pemakaian kosakata khusus
yang berkaitan dengan kelompok pekerjaan yang berbeda. Di samping
itu register juga merupakan variasi bahasa yang berbeda satu
dengan lainnya karena kekhasan penggunannya. Berdasarkan pada
situasi pemakaiannya register merupakan variasi bahasa
menurut pemakaiannya yang digunakan oleh sekelompok orang atau masyarakat
tertentu sesuai dengan profesi dan perhatian yang sama.
Register sering dihubungkan dengan masalah dialek jika
dialek berkenaan
dengan
bahasa yang digunakan oleh siapa, di mana, dan kapan,
maka register berkenaan dengan bahasa itu dugunakan untuk kegiatan apa.
Masyarakat di daerah tertentu memiliki dialek yang berbeda
dengan daerah lain. Meskipun demikian, ada berbagai macam register yang
muncul.Regiater tersebut disebabkan kegiatan masyarakat yang bermacam-macam.
Fungsi Register
1. Fungsi instrumental
Yaitu bahasa yang berorientasi pada pendengar atau lawan tutur
2. Fungsi interaksi
Yaitu fungsi bahasa yang berorientasi pada kontak antara pihak yang sedang berkomunikasi.
3. Fungsi kepribadian atau personal
Yaitu fungsi bahasa yang berorientasi pada penutur.Bahasa digunakan untuk menyatukan hal-hal yang bersifat pribadi
4. Fungsi pemecah masalah atau heuristik
Yaitu fungsi pemakaian bahasa yang terdapat dalam ungkapan yang meminta, menurut, atau menyatakan suatu jawaban terhadap masalah atau persoalan.
5. Fungsi hayal atau imajinasi
Yaitu fungsi pemakaian bahasa yang berorientasi pada amanat atau maksud yang akan disampaikan.
6. Fungsi informasi
Yaitu pemakaian bahasa yang berfungsi sebagai alat untuk memberi suatu berita atau informasi supaya dapat diketahui orang lain.
1. Fungsi instrumental
Yaitu bahasa yang berorientasi pada pendengar atau lawan tutur
2. Fungsi interaksi
Yaitu fungsi bahasa yang berorientasi pada kontak antara pihak yang sedang berkomunikasi.
3. Fungsi kepribadian atau personal
Yaitu fungsi bahasa yang berorientasi pada penutur.Bahasa digunakan untuk menyatukan hal-hal yang bersifat pribadi
4. Fungsi pemecah masalah atau heuristik
Yaitu fungsi pemakaian bahasa yang terdapat dalam ungkapan yang meminta, menurut, atau menyatakan suatu jawaban terhadap masalah atau persoalan.
5. Fungsi hayal atau imajinasi
Yaitu fungsi pemakaian bahasa yang berorientasi pada amanat atau maksud yang akan disampaikan.
6. Fungsi informasi
Yaitu pemakaian bahasa yang berfungsi sebagai alat untuk memberi suatu berita atau informasi supaya dapat diketahui orang lain.
3). berdasarkan Tingkat Penggunaannya
aa. Tingkat
Keformalaan Bahasa
Gaya bahasa adalah ragam bahasa yang disebabkan adanya
perbedaan situasi berbahasa atau perbedaan dalam hubungan antara pembicara
(penulis) dan pendengar (pembaca). Berdasarkan tingkat keformalannya, variasi
bahasa dibagi dalam lima
bentuk, yaitu ragam beku (frozen), ragam resmi (formal), ragam
usaha (konsultatif), ragam santai (casual), dan ragam akrab (intimate).
Jika digambarkan dalam diagram seperti di bawah
ini. Secara lebih detail variasi ragam bahasa tersebut dibahas di bawah
ini.
- Ragam Beku (Frozen)
Ragam ini merupakan variasi bahasa yang paling formal dan
digunakan dalam situasi-situasi khidmat dan upacara-upacara resmi seperti
upacara kenegaraan, khutbah di masjid, tata cara pengambilan sumpah, kitab,
undang-undang, akta notaris, dan surat keputusan. Variasi ini disebut ragam
beku karena pola dan kaidahnya sudah ditetapkan secara mantap dan tidak boleh
diubah. Dalam bentuk tertulis ragam ini dapat kita temui pada dokumen-dokumen
sejarah, undang-undang dasar, akta notaris, naskah perjanjian jual beli dan
surat sewa menyewa.
Ragam beku (frozen) ialah
ragam bahasa yang paling formal dan digunakan dalam situasi-situasi dan
upacara-upacara khidmat atau resmi, misalnya dalam upacara kenegaraan, tata
cara pengambilan sumpah, dan
sebagainya.
- Ragam Resmi (Formal)
Variasi ini biasanya digunakan dalam pidato-pidato
kenegaraan, rapat-rapat dinas, surat-menyurat dinas, ceramah keagamaan,
buku-buku pelajaran, makalah, karya ilmiah, dan sebagainya. Pola dan kaidah
bahasa resmi sudah ditetapkan secara standar dan mantap.
- Ragam Usaha (Konsultatif)
Variasi ini lazim digunakan dalam pembicaraan biasa di
sekolah, rapat-rapat, atau pembicaraan yang berorientasi pada hasil atau
produksi. Jadi, dapat dikatakan bahwa ragam ini merupakan ragam yang paling
operasional. Ragam ini tingkatannya berada antara ragam formal dan ragam
santai.
- Ragam Santai (Kasual)
Ragam ini merupakan variasi yang biasa digunakan dalam
situasi yang tidak resmi seperti berbincang-bincang dengan keluarga ketika
berlibur, berolah raga, berekreasi, dan sebagainya. Pada ragam ini banyak
digunakan bentuk alegro atau ujaran yang dipendekkan. Unsur kata-kata
pembentuknya baik secara morfologis maupun sintaksis banyak diwarnai bahasa
daerah.
- Ragam Akrab (Intim)
Variasi bahasa
ini digunakan oleh penutur dan petutur yang memiliki hub4ungan sangat akrab dan
dekat seperti dengan anggota keluarga atau sahabat karib.
4). bahasa ( diglosia, kreol, alih kode campur kode
dan infrensi bahasa)
a. Faktor Penyebab Kontak Bahasa
a. Faktor Penyebab Kontak Bahasa
faktor-faktor yang menyebabkan
terjadinya kontak bahasa dapat dikelompokan menjadi lima, yaitu
1.Adanya dua kelompok yang berpindah ke daerah yang tak berpenghuni kemudian mereka bertemu disana
2.Perpindahan satu kelompok ke wilayah kelompok lain
3.Adanya praktek pertukaran buruh secara paksa
4. Adanya hubungan budaya yang dekat antarsesama tetangga lama
5.Adanya pendidikan atau biasa disebut ‘kontak belajar’
1.Adanya dua kelompok yang berpindah ke daerah yang tak berpenghuni kemudian mereka bertemu disana
2.Perpindahan satu kelompok ke wilayah kelompok lain
3.Adanya praktek pertukaran buruh secara paksa
4. Adanya hubungan budaya yang dekat antarsesama tetangga lama
5.Adanya pendidikan atau biasa disebut ‘kontak belajar’
b. akibat kontak bahasa
Kontak bahasa berhubungan erat dengan
terjalinnya kegiatan sosial dalam masyarakat terbuka yang menerima kedatangan
anggota dari satu atau lebih masyarakat lain.
Akibat adanya kontak bahasa adalah
peristiwa bilingualisme, diglosia, alih kode, campur kode, interferensi,
integrasi, konvergensi, dan pergeseran bahasa. Berikutnya kita akan
membahas satu-persatu peristiwa tersebut.
a. Bilingualisme
a. Bilingualisme
Bilingualisme ialah ketika seseorang telah menguasai bahasa
pertama dan bahasa keduanya.Dengan
demikian, bilingualisme merupakan penguasaan seseorang terhadap dua
bahasa atau lebih (bukan bahasa ibu) dengan sama baiknya. Bilingualisme terjadi
pada penutur yang telah menguasai B1 (bahasa pertama) kemudian ia juga mampu
berkomunikasi dengan B2 (bahasa kedua) secara bergantian seperti yang terjadi
di Montreal.
b. Diglosia
b. Diglosia
Istilah diglosia digunakan untuk menyatakan keadaan suatu
masyarakat dimana terdapat dua variasi dari satu bahasa yang hidup berdampingan
dan masing-masing mempunyai peranan tertentu. Contoh dari bahasa Jawa terdapat
bahasa Jawa Ngoko, Madya, dan Kromo.
c. Alih kode
c. Alih kode
Alih kode merupakan peralihan dari kode
yang satu ke kode yang lain, baik pada tataran antarbahasa, antarvarian (baik
regional atau sosial), antarregister, antarragam, dan antargaya. Secara umum
alih kode adalah pergantian (peralihan) pemakaian dua bahasa atau lebih,
beberapa variasi dari satu bahasa, atau beberapa gaya dari satu ragam bahasa.
d. Campur kode
d. Campur kode
Bila dalam suatu peristiwa tutur
terjadi peralihan dari satu klausa suatu bahasa ke klausa bahasa lain, maka
peristiwa yang terjadi adalah alih kode. Tetapi apabila di dalam suatu
peristiwa tutur, klausa-klausa maupun frase-frase yang digunakan terdiri dari
klausa dan frase campuran (hybrid clauses, hybrid phrases), dan
masing-masing klausa atau frase itu tidak lagi mendukung fungsi
sendiri-sendiri, maka peristiwa yang terjadi adalah campur kode bukan alih
kode.
e. Interferensi
e. Interferensi
Interferensi adalah penyimpangan norma
bahasa masing-masing yang terjadi di dalam tuturan dwibahasawan (bilingualisme)
sebagai akibat dari pengenalan lebih dari satu bahasa dan kontak bahasa itu
sendiri. Interferensi meliputi interferensi fonologi, morfologi, leksikal, dan
sintaksis. Contoh interferensi fonologi pada kata Bantul è mBantul.
Interferensi morfologi pada kata terpukulèkepukul. Hal ini
terinterferensi bahasa Indonesia oleh bahasa jawa. Interferensi sintaksis pada
kalimat di sini toko laris yang mahal sendiriè toko laris
adalah toko yang paling mahal di sini. Interferensi leksikon pada kata kamanah
è kemana
(bahasa Indonesia terinterferensi bahasa Sunda).
f. Integrasi
f. Integrasi
Integrasi merupakan bahasa dengan
unsur-unsur pinjaman dari bahasa asing dipakai dan dianggap bukan sebagai unsur
pinjaman, biasanya unsur pinjaman diterima dan dipakai masyarakat setelah
terjadi penyesuaian tata bunyi atau tata kata dan melalui proses yang cukup
lama. Contoh police dari bahasa Inggris yang telah diintegrasikan oleh
masyarakat Malaysia menjadi polis, kata research juga telah
diintegrasikan menjadi riset.
g. Konvergensi
g. Konvergensi
Ketika sebuah kata sudah ada pada
tingkat integrasi, maka artinya kata serapan itu sudah disetujui dan converged
into the new language. Karena itu proses yang terjadi dalam integrasi ini
lazim disebut dengan konvergensi.
h. Pergesesan bahasa.
h. Pergesesan bahasa.
Pergeseran bahasa (language shift)
menyangkut masalah penggunaan bahasa oleh seorang penutur atau sekelompok
penutur yang bisa terjadi sebagai akibat perpindahan dari satu masyarakat tutur
ke masyarakat tutur lain. Kalau seorang atau sekelompok orang penutur pindah
ketempat lain yang menggunakan bahasa lain, dan bercampur dengan mereka maka
akan terjadi pergeseran bahasa. Contoh pergeseran bahasa Jakarta
baru-baru ini telah membuka lapangan kerja bagi para lulusan SMK untuk
ditempatkan pada pabrik di kawasan jabodetabek. Kemudian para pemuda yang
berasal dari SMK diseluruh Indonesia berbondong untuk menjadi pekerja di pabrik
tersebut. Para pemuda yang berasal dari berbagai daerah tersebut pasti akan
mengalami kontak bahasa. Ketika mereka berbicara dengan penutur yang berasal
dari daerah yang sama maka mereka menggunakan bahasa daerah, namun ketika
berbicara bukan dengan penutur yang berasal dari daerah yang sama maka mereka
menggunakan bahasa indonesia dialek jakarta. Dengan adanya peritiwa ini maka
pergeseran bahasa sangat mungkin terjadi.
5). Etnisitas Dan Jaringan Sosial: konsep Etnisita.
a. Penggunaan Bahasa Sebagai Penanda Identitas Etnis
a. Penggunaan Bahasa Sebagai Penanda Identitas Etnis
Etnis
minoritas di suatu negara selalu berusaha untuk membedakan diri mereka dari
etnis mayoritas. Contohnya, etnis minoritas tetap menggunakan bahasa asli
mereka yang berbeda dengan bahasa resmi yang digunakan etnis mayoritas. Tentu
saja, etnis mayoritas ada yang tidak setuju sehingga muncullah label negatif
tentang penggunaan bahasa minoritas. Berikut ini akan dipaparkan status bahasa
Afrika Amerika Vernakular Inggris atau bahasa Ebonik (bahasa khas kulit hitam)
di Amerika dan British Black English di negara Inggris.
b. Jaringan sosial
b. Jaringan sosial
Jaringan
dalam sosiolinguistik mengacu pada pola hubungan informal orang yang terlibat
secara teratur. Ada dua istilah yang telah terbukti sangat berguna untuk
menggambarkan berbagai jenis jaringan – kepadatan dan kompleksitas. Kepadatan
mengacu pada apakah anggota jaringan seseorang berhubungan satu sama lain.
Apakah teman-teman Anda mengenal satu sama lain secara independen? Jika
demikian jaringan Anda memenuhi kepadatan.
6. Pemertahanan, dan Kepunahan Bahasa
Pergeseran bahasa berkaitan dengan fenomena
sosiolinguistik yang terjadi akibat adanya kontak bahasa. Pergeseran bahasa
menyangkut masalah penggunaan bahasa oleh sekelompok penutur yang bisa terjadi
akibat perpindahan dari satu masyarakat tutur ke masyarakat tutur lain. Apabila
seseorang atau sekelompok penutur pindah ke tempat lain yang menggunakan bahasa
lain, dan berinteraksi dengan masyarakat tutur di wilayah tersebut, maka akan
terjadilah pergeseran bahasa. Kelompok pendatang umumnya harus menyesuaikan
diri dengan menanggalkan bahasanya sendiri dan menggunakan bahasa penduduk
setempat. Dengan kata lain, para pendatang cenderung menyesuaikan
diri dengan bahasa interlokutor. Proses pergeseran bahasa ini bisa saja diawali
oleh sejumlah kecil penutur dan baru dikatakan pergeseran penuh ketika sejumlah
kelompok atau guyub ikut serta melakukan penyesuain bahasa.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran dan
pemertahanan bahasa antara lain:
a.
kedwibahasaan atau kemulitibahasaan
b.
industrialisasi
c.
imigrasi
d.
politik
e.
pendidikan
f.
mobilitas
sosial
g.
efisiensi
bahasa
h.
jumlah penutur
i.
konsentrasi
pemukiman
7. Kepunahan Bahasa
Menurut beberapa ahli, faktor-faktor yang menyebabkan
kepunahan bahasa Gaeltacht tersebut antara lain:
A Rapuhnya upaya untuk melindungi dan
mempertahankan Gaeltacht
B Tidak mempunyai guyub tutur yang
terpusat di perkotaan
C Terjadinya modernisasi
D Adanya kehendak aktif dari masyrakat
untuk bergeser
Tidak cukupnya
konsentrasi masyarakat untuk menghadapi lingkungan yang kuat secara ekonomi dan
canggih teknologinya
E. Tidak adanya pengalihan (tansmisi)
bahasa asli dari orang tua kepada anak-anaknya
F. Tidak adanya optimisme akan masa
depan bahasa.